Telapak kaki dingin dan panas

Jumat, 30 Juli 2010

Ditulis oleh hpazero di/pada 8 September, 2008

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yth. Bapak Toto.
Saya ada masalah dengan telapak kaki (dari mata kaki) terasa tak nyaman kalau pakai sepatu. Telapak kaki terasa dingin bila berada di tempat dingin (lembab) dan panas bila di tempat panas. Terkadang terasa panas di kaki sebelah kanan dari mulai sekitar paha agak ke bawah sampai ke pergelangan kaki bagian depan sebelah kiri sedikit terasa panas (biasanya malam). Terkadang terasa sedikit sesak nafas dan. tangan sedikit lembab. Hasil cek up dokter Alhamdulillah baik.
Saya sudah menjadi anggota HPA (melalui Eramuslim). Setelah dikonsultasikan saya dikasih Spirulina, Teh Herba dan madu (sudah saya konsumsi selama tiga hari, sedang obat-obat dari dokter seperti neurobion dan lain-lain sekarang saya tidak konsumsi).
Pertanyaan saya adalah, apakah boleh saya mengkonsumsi Herba Tuju Angin (sangat saya butuhkan karena sering masuk angin) berbarengan dengan Spirulina, Teh Herba dan madu atau produk produk HPA lainnya? Apakah ada dampaknya bila mengkonsumsi produk itu tanpa terlebih dulu berkonsultasi? Misalnya Mengkudu dengan Spirulina dan lain-lainnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Muji

Jawaban
Waalaikumsalam Wr. Wb.
Saudara Muji Yth.
Kaki merupakan struktur anatomi yang kompleks yang berfungsi untuk berjalan dan sebagai platform saat berdiri. Perubahan anatomi yang normal akan dijumpai seiring bertambahnya usia. Misalnya, adanya perubahan pada struktur bantalan yang berfungsi sebagai ‘shock absorber’. Terjadinya gangguan pada bantalan ini, salah satunya, akan mempengaruhi fungsi ujung saraf yang mengirim rasa ke otak.
Terasa panas dan dingin pada telapak kaki merupakan salah satu gejala nyeri urat saraf, khususnya gangguan saraf sensorik atau perasa. Gejala ini bisa jadi karena akibat gangguan saraf penggerak otot yang berada di tulang belakang, tepatnya di Lumbar 5, bisa disebabkan karena urat saraf yang terjepit atau gangguan metabolik.
Pada nyeri urat saraf akibat gangguan metabolik biasanya terjadi pada penderita diabetes melitus (DM). Peningkatan kadar gula darah yang berlangsung lama, akan mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah yang memberi makan pada serabut saraf.
Suhu tubuh diatur oleh bagian otak yang dinamakan hipotalamus, selain itu kulit ikut pula mengatur suhu tubuh dengan jalan mengeluarkan keringat bila udara terlalu panas, badan terlalu panas atau demam. Penyakit TBC paru-paru biasanya akan menimbulkan keringat di malam hari yang kadang-kadang sampai membasahi baju penderita. Orang yang dalam ketakutan atau emosi dapat mengeluarkan banyak keringat pada daerah tertentu, terutama pada telapak kaki, telapak tangan, muka dan dahi. Penyakit hipertiroid dapat juga menyebabkan banyak keringat.
Untuk itu, ada baiknya anda memeriksakan diri ke dokter guna mengecek kadar gula dan minta surat pengantar ke fisioterapi untuk mendeteksi penyebab timbulnya terasa panas dan dingin pada telapak kaki anda tersebut.
Jika memang karena gangguan metabolik akibat kencing manis, bisa menggunakan terapi herba dengan mengonsumsi Plantisol, Spirulina dan Teh Herba, serta ditambah Omega-3 Kapsul. Pemakaian garam bukit + sambiloto sangat membantu untuk merangsang saraf. Caranya, masukkan satu sendok teh garam bukit dan sambiloto ke dalam ember yang berisi air hangat, diaduk sebentar lalu diberi perasan jeruk nipis, kemudian kedua telapak kaki anda direndam di air tersebut selama 30 menit, lakukan hal ini pada pagi dan sore. Menjelang tidur, gunakan Minyak But-But untuk mengolesi telapak kaki hingga ke paha.
Untuk masuk angin, anda bisa mengonsumsi Herba Tuju Angin dan Omega-3 Gel. Cara mengonsumsinya, minum 1 kapsul Tuju Angin dan Omega-3 gel pada pagi hari dan 2 kapsul pada malam hari, diminum 30 menit sebelum makan. Jika anda sudah mengonsumsi Teh Herba, gunakan 2 uncang Teh Herba untuk pagi dan sore. Teh Herba sangat baik untuk memperbaiki sistem saraf di otak dan tubuh.
Ada baiknya anda mengomsumsi makanan yang mengandung vitamin B1,B6 dan B12 untuk memperoleh pemulihan yang optimal. Vitamin B1 (Thiamin) berfungsi untuk menormalisasi fungsi saraf, otot dan jantung. Thiamin dikenal sebagai ‘morale vitamin’ karena mempunyai efek yang menguntungkan bagi sistem saraf dan mental. Tanaman yang kaya dengan vitamin B1 adalah kacang-kacangan, beras merah, beras tumbuk, biji bunga matahari, gandum, sayuran dan susu.
Vitamin B6 (Piridoksin) berperan dalam pembentukan protein tubuh dan senyawa struktural, trnsmiter kimia pada sistem saraf, sel-sel darah merah dan prostalgaldin. Serta mempertahankan keseimbangan hormon dan berfungsi kekebalan. Sumber vitamin B6 dapat diperoleh di kentang, kubis, pisang, gandum, kacang-kacangan, hati, ginjal, jantung, susu, telur dan daging.
Sedangkan vitamin B12 (Colabamin) berkerjasama dengan asam folat untuk proses-proses tubuh termasuk dalam sintesa DNA. Kendati demikian, tubuh tidak begitu membutuhkan vitamin B12. Vitamin ini hanya terdapat pada makanan hewani seperti hati, ginjal, telur, ikan, keju dan daging.

0 komentar:

Poskan Komentar